Halaman

Jumat, 28 September 2012

Belajar Sukses Komunikasi Cara Rasulullah SAW

Berkomunikasi adalah hal yang penting dalam hubungan antara manusia, bahkan di masa kini, komunikasi sangat menentukan sukses tidaknya seseorang dalam segala sisi kehidupan. Rasulullah SAW adalah seorang komunikator yang handal. Seorang teladan luar biasa yang sepantasnya kita tiru. Berikut ini adalah beberapa tips yang diangkat dari teladan beliau dalam berkomunikasi:
  1. Rasullullah SAW adalah sosok yang fasih berbicara. Sedikit bicara namun penuh makna, mudah dimengerti, dan tidak menyinggung perasaan orang yang diajak berbicara.
  2. Ketika ada yang salah dan harus dihukum, maka hukumlah dengan adil tanpa harus menghinakannya.
  3. Berikan motivasi perbaikan diri kepada orang yang dihukum dan sudah menyesali kesalahannya, bukan malah menghina atau mencemoohnya.
  4. Berkatalah yang baik ketika mendapat musibah. Lakukan introspeksi, tidak menyalahkan siapapun, apalagi menghujat Allah SWT.
  5. Berkatalah yang baik atas orang yang sudah meninggal, kecuali untuk penulisan sejarah, boleh ditulis sewajarnya berdasarkan fakta yang ada.
  6. Berbicara yang baik kepada yang bukan ahli waris (tidak mendapat waris)
  7. Rasulullah SAW berpesan kepada perempuan untuk berbicara dengan cara yang baik dengan tidak mempermainkan suaranya.
  8. Ketika ditanya, “Siapa Anda?”, maka sebutkan nama kita, jangan hanya “Aku!”, atau “Saya!”.
  9. Berdakwah dengan cara yang terbaik yaitu dengan lemah lembut. Kalaupun harus berdebat, lakukan dengan cara yang paling baik.
  10. Berkata yang baik pada saat khitbah (meminang) seorang wanita.
  11. Berkata yang baik saat memegang amanah, misalnya ketika mendapat kepercayaan menjadi pimpinan atau memegang suatu tanggung jawab penting.
  12. Sabar dan tiada batasan untuk sabar. Sabar tidak berbatas, kita sendirilah yang membatasinya.
  13. Ketika mendapati diri mendapat fitnah maka ketika diklarifikasi maka lakukanlah dengan sabar. Jika memungkinkan, nasehatkan kebenaran kepada orang yang menyebarkan fitnah tersebut agar tersadar dari kesalahannya. Bagaimanapun, jika kebaikan kita dibalas dengan keburukan lalu kita seolah tidak peduli, maka ibaratnya kita sedang memberikan bara api kepada orang tersebut. Adalah kewajiban kita untuk menasehatinya, minimal mendoakannya agar suatu saat diberikan hidayah oleh Allah.
Sungguh perbuatan yang mencerminkan akhlak mulia memberikan efek yang jauh lebih dahysat dibandingkan dengan sekedar lisan. Siapkah diri kita untuk mengamalkan akhlak seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW baik dalam bertutur kata maupun berbuat? Insya Allah.
(cara-muhammad.com)
Referensi:
  1. Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata, dibawa ke hadapan Rasulullah SAW seorang yang tertangkap telah mabuk (minum khamar). Rasulullah SAW berkata : “hukumlah dia (pukullah)”. Maka di antara kami ada yang memukul dengan tangannya, dengan sandalnya, juga ada yang dengan kain. Ketika telah selesai pergilah orang itu, namun ada seorang sahabat yang berkata padanya, “Semoga Allah menghinakan kamu!!!”. Mendengar itu rasulullah berkata, “Janganlah kau berkata seperti itu padanya. Jangan kamu membantu syaitan (dalam menyesatkan orang itu)”. (HR. Imam Bukhari)
  2. Dari Ummi Salamah berkata, aku mendengar rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “barangsiapa yang mendapatkan musibah kemudian mengucapkan “Sesungguhnya semua datang dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah ini dan berikanlah ganti yang lebih baik”. Ummu Salamah berkata lagi, “Saat suamiku meninggal, aku mengucapkan seperti yang Rasul ullah ajarkan padaku, dan kemudian Allah menggantikan aku yang lebih baik, yaitu (aku menikah dengan) Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim)
  3. Aisyah radhiyallahu anha berkata Rasullullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah menghina orang yang sudah meninggal dunia, karena mereka telah melakukan apa yang dapat mereka perbuat (HR. Imam Bukhari)
  4. Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat , anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (An-Nisa QS. 4:8)
  5. Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya , dan ucapkanlah perkataan yang baik. (Al-Ahzab, QS. 33:32)
  6. Jabir radhiyallahu anhu berkata, Aku berkunjung ke rumah Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku ketuk pintunya dan Beliau bertanya, “Siapa ini (di luar)?” Maka kujawab, “Aku”. Kemudian Rasulullah berkata, “Aku..Aku..”, seolah Beliau sangat tidak suka (dengan jawaban aku..aku..). (Mutaqqah Alaih)
  7. Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan (kepada mereka) perkataan yang ma’ruf . Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis iddahnya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. (Al-Baqarah, QS. 2:235)
  8. Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya , harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (An-Nisa, QS. 4:5).
  9. Pernah suatu ketika rasulullah dan aisyah seang berjalan dan di tengah berjalan bertemu dengan orang kafir yang mengucap salam ‘asam alaika’. Kemudian aisyah menjawab dengan jawaban panjang  yang disertai doa keburukan atas orang kafir itu, kemudian rasul menasehatinya bahwanya hendaknya cukup dijawab dengan “wa alaika”.

8 Kelelahan yang disukai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW


Banyak diantara kita menghindari kelelahan sementara itu sebenarnyalah kelelahan adalah fitroh insaniyah. Tiap insan dapat dipastikan akan merasakan kelelahan. Nah berikut ini adalah daftar kelelahan yang sebenarnya memiliki barokah karena lelah-lelah ini DISUKAI Allah SWT dan RosulNya.
Lelah itu adalah sebagai berikut:
1. Lelah dalam Jihad (QS.9:111)
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar" (QS At Taubah : 111)
2. Lelah dalam Dakwah (QS.41;33)
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?" (QS.Fushshilat : 33)
3. Lelah dalam Ibadah dan Amal Sholih (QS.29 : 69)
"Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim" (QS.As Syu'aara : 69)
4. Lelah dalam mengandung, melahirkan, menyusui (QS.31: 14)
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu"(QS.Lukman 14)
5. Lelah dalam mencari NAFKAH (QS.62 : 10)
"Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" (QS. JUmuah : 10)
6. Lelah dalam mengurus keluarga (QS.66:6)
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan" (QS. At Tahrim : 6)
7. Lelah dalam BELAJAR mencari ILMU (QS.3: 79)
"Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani[208], karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya." (QS. Ali Imron : 79)
8. Lelah dalam Susah, Miskin dan Sakit (QS.2 : 55)
"Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya".(QS. Al Baqoroh : 55)
Nah coba renungi sekali lagi adakah dari ke-8 hal ini ada yang berani mengatakan apa lelah melakukan aktivitas ini?. Semua ke delapannya diperlukan sungguh-sungguh sehingga sangat melelahkan. Karena itu mari kita bersama-sama menikmati KELELAHAN yang penuh barokah ini.
Wallahu a'lam

Minggu, 09 September 2012

Menjaga Lisan


Diam itu Emas, Bicara Baik itu Berlian


"Salah satu tanda kesempurnaan Islam seseorang adalah meninggalkan yang tidak bermanfaat baginya"(HR. At-Tarmizi)



Selasa, 17 April 2012

Dialog Akhwat

Dialog seorang Kakak dan Adik
Adik : Kak, kakak ini pemberani yah?
Kakak : (Benerin jilbab) Iya dong, baru tau? By the way tumben kamu muji kakak pemberani?
... Adik : Salut aja sama kakak, udah berani pacaran sebelum nikah.
Kakak : Gitu doang mah gampang dek.
Adik : Berani nanggung patah hati kalau tuh pacar ternyata bukan jodoh kakak. Berani kesiksa rindu kalau si pacar ga ada kabar, berani nge-langgar batasan agama, berani nge-jadiin dosa yang udah banyak semakin berlipat, berani nge-langgar apa yang udah dilarang-Nya, berarti berani juga dong nginep di neraka?
Kakak : (Gleekk, nelan ludah) Apaan sih lo dek? Sok tau!
Adik : Masih mending kak, daripada sok berani, atas nama ISLAM berani gak bilang ke pacar.. kita PUTUS? Allah kok dilawan? (ngloyor pergi)
kakak : T_T
Adik : XD

Dialog Lelaki Inggris dengan Syaikh

Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh jabat tangan dengan pria?"

Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu elizabeth?
...
Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."

Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami(Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya")

lalu si inggris bertanya lagi, "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"

Syaikh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.

Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"

Si inggris menjawab: "Yang tertutup.."

Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami"

Cinta Indonesia

Cinta Indonesia

       Penting!!!

       Sekarang ini, tanpa kita sadari, negara indonesia masih belum merdeka. Dulu, tanah air kita terjajah, kini kehidupan kita terjajah. Petani beras sulit memasarkan beras mereka, pasar-pasar malah membeli beras impor. Kini di pasar, sudah tidak ada lagi beras lokal, yang ada hanya beras impor atau beras lokal yang dicampur dengan impor. Petani beras mulai malas menanam beras dan banyak yang beralih menjadi pedagang beras, pedagang beras yang menjual beras impor. Hal yang sama dialami oleh petani garam, padahal Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki panjang pesisir hampir 90.000 Km yang cukup berpotensi dalam menghasilkan bahan baku garam. Tetapi sayangnya, sebagian besar garam yang ada di Indonesia, lebih dari 70% merupakan garam impor. Begitu juga yang dialami oleh industri-industri Indonesia, mulai dari tekstil, farmasi, minuman ringan, AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), dsb sudah dikuasai asing. Kita bagai pemilik rumah yang tidak bisa menguasai rumahnya, tidak bisa mengatur rumahnnya. Para petani beras, petani garam, dan pedagang lainnya tidak dapat bebas menjual hasil kerja mereka, yang padahal itu adalah milik Indonesia, beras, garam, dan produk-produk lainnya yang berasal dari Indonesia, Made in Indonesia!!!

       Akibat dari banyaknya produk impor, kekuatan ekonomi kita benar-benar hancur. Apa yang sempat diributkan di media elektronik, seperti kasus century atau TNI yang membeli tank-tank baru, yang dikabarkan telah menghabiskan uang negara sangat besar itu, sebernarnya masih kasus-kasus kecil, dibalik itu semua, apa yang dilakukan oleh perusahaan asing yang telah menguasai pasar-pasar Indonesia, telah meraup keuangan negara sangat besar! berkali-kali lipat dari kasus-kasus tersebut, sebut saja angka 10 trilyun, 20 trilyun. 53 trilyun, bahkan sampai 200 trilyun per tahun yang didapat oleh produk-poduk asing dari Indonesia. Betapa sudah hancurnya negara kita, tetapi alhamdulillah, masih ada kesempatan untuk mengubah negeri ini, negeri yang kita cintai ini..

       Sejarah itu terus berulang..
       Bagai roda yang terus berputar. . .

       Mari kita ingat dulu masa lalu bangsa ini.. Apa kalian masih ingat, pada abad ke-7, di tanah ini berdiri sebuah kerajaan yang terkenal dengan kekuasaanya yang besar? Ya! Kita mengenalnya dengan nama "Sriwijaya".. dan kemudian, pada abad ke-14, dikenal suatu kekuasaan yang membentang luas di Nusantara, kekuasaan yang sangat besar! Kita mengenalnya dengan sebutan "Majapahit".. dan kemudian, pada abad ke-21, pada abad ini! Semestinya, di tanah ini, berdiri suatu kekuasaan yang luas, kekuasaan yang besar!! Kita terlanjur mengenal tanah ini.. dengan nama. . .  "INDONESIA" !

       Saudaraku, sahabatku..
       Ini adalah zaman dimana Indonesia bangkit dari keterpurukan! Sadarilah dan segera ambil tindakan! Kita harus bergerak, berjuang dengan sepenuh hati, agar kita benar-benar merdeka, agar tidak ada lagi industri-industri Indonesia yang gulung tikar, agar petani beras maupun petani garam bisa bebas menjual barang mereka di pasaran..

       MARI KITA BELI PRODUK-PRODUK INDONESIA!
       Bukan karena lebih baik, bukan karena lebih murah, tapi karena itu hasil karya Indonesia, milik Indonesia..

      Ana yakin, dengan membeli produk-produk Indonesia, kekuatan ekonomi kita akan mulai pulih. Produk-produk kita pun akan semakin meningkat kualitasnya. Mungkin awalnya produk sendiri mahal harganya, yang asing lebih murah. Tapi hati-hati, bisa saja suatu saat produk-produk asing yang murah akan menjadi mahal juga. Tetapi kalau kita gemar membeli produk Indonesia, meskipun awalnya mahal, tapi lama-kelamaan justru dapat menjadi lebih murah..

       Percayalah! Yakinlah! Indonesia bangkit di zaman ini!!!


Kharisma Alfa Atlantis (Rabu, 29 Februari 2012)