Halaman

Selasa, 17 April 2012

Dialog Akhwat

Dialog seorang Kakak dan Adik
Adik : Kak, kakak ini pemberani yah?
Kakak : (Benerin jilbab) Iya dong, baru tau? By the way tumben kamu muji kakak pemberani?
... Adik : Salut aja sama kakak, udah berani pacaran sebelum nikah.
Kakak : Gitu doang mah gampang dek.
Adik : Berani nanggung patah hati kalau tuh pacar ternyata bukan jodoh kakak. Berani kesiksa rindu kalau si pacar ga ada kabar, berani nge-langgar batasan agama, berani nge-jadiin dosa yang udah banyak semakin berlipat, berani nge-langgar apa yang udah dilarang-Nya, berarti berani juga dong nginep di neraka?
Kakak : (Gleekk, nelan ludah) Apaan sih lo dek? Sok tau!
Adik : Masih mending kak, daripada sok berani, atas nama ISLAM berani gak bilang ke pacar.. kita PUTUS? Allah kok dilawan? (ngloyor pergi)
kakak : T_T
Adik : XD

Dialog Lelaki Inggris dengan Syaikh

Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tdk boleh jabat tangan dengan pria?"

Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan ratu elizabeth?
...
Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang2 tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan ratu."

Syaikh tersenyum & berkata:" Wanita2 kami(Kaum muslimin) adalah para ratu, & ratu tidak boleh berjabat tangan dengan pria sembarangan (yg bukan mahramnya")

lalu si inggris bertanya lagi, "Kenapa perempuan Islam menutupi tubuh dan rambut mereka?"

Syaikh tersenyum dan punya 2 permen, ia membuka yang pertama terus yang satu lagi tertutup. dia melemparkan keduanya kelantai yang kotor.

Syaikh bertanya: " Jika saya meminta anda untuk mengambil satu permen, mana yang anda pilih?"

Si inggris menjawab: "Yang tertutup.."

Syeikh berkata: " Itulah cara kami memperlakukan dan melihat perempuan kami"

Cinta Indonesia

Cinta Indonesia

       Penting!!!

       Sekarang ini, tanpa kita sadari, negara indonesia masih belum merdeka. Dulu, tanah air kita terjajah, kini kehidupan kita terjajah. Petani beras sulit memasarkan beras mereka, pasar-pasar malah membeli beras impor. Kini di pasar, sudah tidak ada lagi beras lokal, yang ada hanya beras impor atau beras lokal yang dicampur dengan impor. Petani beras mulai malas menanam beras dan banyak yang beralih menjadi pedagang beras, pedagang beras yang menjual beras impor. Hal yang sama dialami oleh petani garam, padahal Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki panjang pesisir hampir 90.000 Km yang cukup berpotensi dalam menghasilkan bahan baku garam. Tetapi sayangnya, sebagian besar garam yang ada di Indonesia, lebih dari 70% merupakan garam impor. Begitu juga yang dialami oleh industri-industri Indonesia, mulai dari tekstil, farmasi, minuman ringan, AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), dsb sudah dikuasai asing. Kita bagai pemilik rumah yang tidak bisa menguasai rumahnya, tidak bisa mengatur rumahnnya. Para petani beras, petani garam, dan pedagang lainnya tidak dapat bebas menjual hasil kerja mereka, yang padahal itu adalah milik Indonesia, beras, garam, dan produk-produk lainnya yang berasal dari Indonesia, Made in Indonesia!!!

       Akibat dari banyaknya produk impor, kekuatan ekonomi kita benar-benar hancur. Apa yang sempat diributkan di media elektronik, seperti kasus century atau TNI yang membeli tank-tank baru, yang dikabarkan telah menghabiskan uang negara sangat besar itu, sebernarnya masih kasus-kasus kecil, dibalik itu semua, apa yang dilakukan oleh perusahaan asing yang telah menguasai pasar-pasar Indonesia, telah meraup keuangan negara sangat besar! berkali-kali lipat dari kasus-kasus tersebut, sebut saja angka 10 trilyun, 20 trilyun. 53 trilyun, bahkan sampai 200 trilyun per tahun yang didapat oleh produk-poduk asing dari Indonesia. Betapa sudah hancurnya negara kita, tetapi alhamdulillah, masih ada kesempatan untuk mengubah negeri ini, negeri yang kita cintai ini..

       Sejarah itu terus berulang..
       Bagai roda yang terus berputar. . .

       Mari kita ingat dulu masa lalu bangsa ini.. Apa kalian masih ingat, pada abad ke-7, di tanah ini berdiri sebuah kerajaan yang terkenal dengan kekuasaanya yang besar? Ya! Kita mengenalnya dengan nama "Sriwijaya".. dan kemudian, pada abad ke-14, dikenal suatu kekuasaan yang membentang luas di Nusantara, kekuasaan yang sangat besar! Kita mengenalnya dengan sebutan "Majapahit".. dan kemudian, pada abad ke-21, pada abad ini! Semestinya, di tanah ini, berdiri suatu kekuasaan yang luas, kekuasaan yang besar!! Kita terlanjur mengenal tanah ini.. dengan nama. . .  "INDONESIA" !

       Saudaraku, sahabatku..
       Ini adalah zaman dimana Indonesia bangkit dari keterpurukan! Sadarilah dan segera ambil tindakan! Kita harus bergerak, berjuang dengan sepenuh hati, agar kita benar-benar merdeka, agar tidak ada lagi industri-industri Indonesia yang gulung tikar, agar petani beras maupun petani garam bisa bebas menjual barang mereka di pasaran..

       MARI KITA BELI PRODUK-PRODUK INDONESIA!
       Bukan karena lebih baik, bukan karena lebih murah, tapi karena itu hasil karya Indonesia, milik Indonesia..

      Ana yakin, dengan membeli produk-produk Indonesia, kekuatan ekonomi kita akan mulai pulih. Produk-produk kita pun akan semakin meningkat kualitasnya. Mungkin awalnya produk sendiri mahal harganya, yang asing lebih murah. Tapi hati-hati, bisa saja suatu saat produk-produk asing yang murah akan menjadi mahal juga. Tetapi kalau kita gemar membeli produk Indonesia, meskipun awalnya mahal, tapi lama-kelamaan justru dapat menjadi lebih murah..

       Percayalah! Yakinlah! Indonesia bangkit di zaman ini!!!


Kharisma Alfa Atlantis (Rabu, 29 Februari 2012)